Survei LIPI Membuktikan Kerja Keras PKB Membuahkan Hasil

Makassar  - Partai Kebangkitan Bangsa berhasil menempati posisi kelima dengan perolehan 5,6 persen suara nasional dalam hasil survei yang dirilis Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Raihan ini menunjukkan kerja keras dan terukur yang dilakukan para kader telah membuahkan hasil.

 

“Survei LIPI dengan kredibilitas yang bisa dijaga dan diandalkan menempatkan PKB diposisi ke-5. Tanda-tanda kerja keras kita terlihat, kalau survei itu berlanjut ke pemilu, maka akan ada lima partai yang akan lolos. Kita bersyukur meskipun kelima,” ujar Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar di hadapan para pengurus DPW PKB Sulsel dan para Caleg di Hotel Aryaduta, Makassar, Jumat (28/6/2013) malam.

 

Hasil survei yang dirilis LIPI diyakini masih jauh dari realitas di lapangan. Pasalnya, kantong-kantong massa PKB berada di wilayah pedesaan yang selama ini kurang terjangkau oleh lembaga survei. “Kalau saja terjangkau akan menjadi dua kali lipat, minimal 10 persen,” ungkap pria yang akrab dipanggil Cak Imin tersebut.

 

Menilik perolehan suara PKB dari berbagai hasil survei, maka target 100 kursi di DPR RI sangat realistis. Apalagi banyak kantong-kantong suara baru yang bermunculan, terutama di luar Jawa. “Sulawesi Selatan jadi penopang kekuatan PKB secara nasional.Sulawesi pada umumnya ada gairah dan akan menunjukan akan bangkit dan menang,” simpul Cak Imin.

 

Kendati tren perolehan suara PKB terus naik, Cak Imin mengingatkan para kader dan simpatisan untuk tidak terbuai serta terus bekerja keras merebut hati rakyat. Sehingga kemenangan betul-betul bisa tercapai pada Pemilu 2014. “Dari berbagai upaya yang dilakukan mengantisipasi kompetesi yang keras kita benar benar membutuhkan kesiapan yang kita tata,” pesannya.

 

Langkah pertama yang bisa dilakukan, menurut Cak Imin, adalah mengoptimalkan jaringan yang ada. Baik jaringan struktural pengurus, kultural, agama, maupun sosiologis. Penguatan basis melalui silaturahim adalah kunci kemenangan.

 

“Kita tidak bisa total di media, karena terbatas, Caleg yang punya Twitter belum banyak, stasiun televisi apalagi. Ibarat pertempuran, di udara kita harus lakukan langkah taktis dan strategis,” ulasnya.

 

Dalam konteks menggalang dukung, masih menurut Cak Imin, ujung tombaknya adalah Caleg. Karena itu, Caleg harus dipersiapkan secara matang. “Siapapun dia yang jadi lawan tanding kita, apapun yang terjadi ketua DPW adalah yang terbaik melawan calon lain,” pungkasnya.

 

Survei LIPI yang membuahkan hasil menggebirakan untuk PKB melibatkan 1.799 responden di 31 provinsi di Indonesia yang memiliki hak pilih pada 10-13 Mei 2013. Survei menempatkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diposisi pertama diikuti oleh Partai Golkar diposisi kedua dengan selisih yang sangat tipis. PDIP mendapat 14,9 persen dan Golkar 14,5 persen.

 

Partai Demokrat sebagai partai penguasa menempati urutan ketiga dengan 11,1 persen disusul Gerindra diurutan keempat dengan 7,4 persen. Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tersandung prahara korupsi suap impor daging sapi berada di peringkat ke 8 dengan perolehan 2,6 persen.

 

Berikut hasil survei LIPI terhadap elektabilitas partai politik peserta Pemilu 2014.

 

PDIP                      = 14,9 persen

Golkar                  = 14,5 persen

Demokrat            = 11,1 persen

Gerindra              = 7,4 persen

PKB                      = 5,6 persen

PPP                      = 2,9 persen

Nasdem              = 2,2 persen

PKS                      = 2,6 persen

PAN                      = 2,5 persen

Hanura                 = 1,9 persen

PBB                       = 0,6 persen

PKPI                      = 0,3 persen

(Laporan Rifki)

Average: 8.5 (2 votes)