Simbiosis Mutualisme PKB – NU

Berita Utama
Simbiosis Mutualisme PKB – NU

Bandar Lampung  - Pemilu 2014 tinggal menyisakan kurang lebih 2 tahun lagi, namun geliat dari partai politik untuk memenangkan pemilu tersebut telah mulai nampak, tak terkecuali Partai Kebangkitan Bangsa yang kian hari kian gencar  melakukan aktifitas politiknya dengan melakukan konsolidasi hingga tingkat bawah dari elemen partai yang memiliki lambang bola dunia yang dikelilingi oleh sembilan bintang tersebut.

Disela – sela peresmian Gedung Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Lampung, Sabtu (28/04) kemarin, Muhaimin Iskandar yang merupakan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB mengatakan, bahwa PKB dan NU (Nahdlatul Ulama) memiliki hubungan erat yang dapat dikatakan sebagai simbiosis mutualisme (saling membutuhkan).

Lebih lanjut, Muhaimin yang juga Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini pun menegaskan, bahwa dengan lahirnya PKB yang dibidani NU, secara nyata bahwa antara PKB dan NU memiliki keterkaitan yang sangat kuat dan saling membutuhkan. Dengan PKB terlahir dari rahim NU maka secara idiologi semakin jelas bahwa hanya PKB lah yang memiliki idiologi yang sama dengan NU. Sejarah telah mencatat dan tidak dapat dipungkiri bahwa PKB sebagai partai politik yang mewadahi aspirasi kaum nahdliyin memiliki kedekatan yang sangat erat dengan NU, hal tersebut telah dibahas dalam konsinyering awal berdirinya PKB pada tanggal 23 Juni 1998.

Dengan tegas Muhaimin mengatakan, bahwa PKB memiliki sejarah yang sangat kuat, terutama bagi perjalanan bangsa dan demokratisasi di
Indonesia. Dicontohkan oleh Pria yang akrab disapa cak imin ini, dengan terpilihnya Gusdur (KH. Abdurrahman Wahid) sebagai Presiden pertama di era Reformasi yang telah menjadi perintis demokrasi

“PKB lahir dari rahim NU, ulama, untuk menjadi solusi bagi bangsa,” tegasnya.

Muhaimin menilai, PKB membutuhan organisasi Nahdlatul Ulama, begitu juga sebaliknya.

“NU tanpa pedang politik PKB tidak akan dapat ampuh. Tidak memiliki tangan – tangan untuk perpanjangan tangan. Begitu pula PKB,  tanpa spirit NU, politik jadi pasar, transaksional belaka. Untuk itu , NU membutuhkan PKB, begitu pula sebaliknya,” kata Muhaimin.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh Muhaimin Iskandar tersebut merupakan sebagai sebuah taukid (penguatan,  red) kepada seluruh kader PKB. Bahwa hanya PKB lah satu – satunya Partai politik yang dimiliki dan dilahirkan oleh NU. selain itu, juga sebagai sebuah isyarat perlunya dukungan yang solid dari kalangan nahdliyin terhadap PKB.

Taukid dan isyarat tersebut dilakukannya, terkait dengan pecahnya dukungan NU terhadap PKB disaat PKB mengalami konflik internal, yang ditandai dengan berdirinya partai PKBN (Partai Kemakmuran Bangsa Nusantara) yang diketuai oleh Yenny Wahid. (vie / lie berbagai sumber)

No votes yet