PKB, Menuju Pemilu 2014 dengan Platform dan Visi Kerakyatan

Banyak pihak yang menyangsikan, di arena kompetisi pemilu yang diduga bakal keras, apakah program dan visi dan misi pemenangan pemilu suatu partai bisa efektif untuk menjadi instrument pemenangan? Bagi PKB, di tengah kecenderungan pragmatisme kehidupan politik, partai politik tetap perlu mengedepankan visi-misi dan program pemenangan pemilu. Agar rakyat bisa mengetahui dengan jelas apa yang akan diperjuangkan oleh partai ketika kelak menang pemilu.

Tema sentral dan visi pemenangan pemilu PKB adalah: “Pemenangan pemilu untuk memperkuat politik kebangsaan Nahdlatul Ulama”.

Sedangkan tema pendukung dari tema sentral pemenangan Pemilu 2014 ialah:

• “Penguatan Demokrasi untuk  Mempercepat Kemakmuran Masyarakat Desa”.
• “Kemenangan PKB untuk Memperkuat Perlindungan kepada Petani dan Nelayan”;
• “Kemenangan PKB untuk Mempercepat Pembangunan Daerah Tertinggal”;
• “Kebangkitan PKB untuk Menciptakan Buruh yang Sejahtera”;
• “Kebangkitan PKB untuk Meningkatkan Keterlibatan Kaum Perempuan pada Sektor Strategis”.

Kekuatan yang Melindungi Semua

Tema sentral tersebut dipilih dengan beberapa pertimbangan:

Politik kebangsaan Nahdlatul Ulama memiliki landasan teologis, sosiologis dan kultural yang sangat kuat untuk membangun taatanan masyarakat yang beradab. Pandangan dan sikap Nahdlatul Ulama dalam melihat Negara dan sistem kebangsaan di Indonesia telah terbukti relevan dan memperkuat eksistensi kehidupan bangsa dan Negara Indonesia. Makin berkembang ajaran yang dianut Nahdlatul Ulama akan memudahkan pengelolaan kehidupan berbangsa dan bernegara di bumi Nusantara kea rah yang lebih baik. Islam sebagai rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam semesta) menjadi lebih nyata dan aktual dalam keberagamaan yang dianut Nahdlatul Ulama.

Selain itu, cita-cita luhur pendiri dan tokoh Nahdlatul Ulama, terutama KH. Abdurrahman Wahid, dalam bidang politik kenegaraan dan politik kebangsaan belum sepenuhnya bisa terwujud. Kehidupan demokrasi yang menyejahterakan rakyat, kepemimpinan sipil yang kuat, penghargaan  terhadap perbedaan, toleransi dalam kehidupan beragama, kehidupan bersama yang inklusif dan penghormatan terhadap pluralitas, merupakan idealitas dari tokoh dan pemimpin Nahdlatul Ulama yang perlu terus diperjuangkan, terutama melalui jalur politik.

Tema Pendukung

Tema sentral tersebut ditunjang oleh tema  pendukung, yaitu “Penguatan Demokrasi untuk Kemakmuran Masyarakat Desa”, dan tema lain yang mengangkat eksistensi kehidupan masyarakat desa.

Tema pendukung ini didasari oleh beberapa pertimbangan:

Pertama, dari tiga kali pemilu di era reformasi, PKB mendapatkan dukungan signifikan dari masyarakat yang ada di daerah pedesaan. Hasil survey dari sejumlah lembaga survey juga mengungkapkan temuannya, bahwa pendukung utama PKB adalah warga pedesaan.

Kedua, kondisi kehidupan masyarakat yang ada di  daerah pedesaan selama ini masih sangat memprihatinkan.

Ketiga, keberadaan desa dan masyarakatnya masih belum banyak mendapatkan perhatian memadai dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Hal itu tercermin dari minimnya anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan desa dan anggaran untuk pemberdayaan masyarakat desa, serta kebijakan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa bersifat parsial dan setengah hati.

Keempat,  sejak lima tahun terakhir ini PKB sudah memberikan perhatian terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat desa dan telah mencoba melakukan intervensi untuk pemberdayaan masyarakat desa. Bekerjasama dengan Asosiasi Pemerintahan Desa, dan lembaga yang mewadahi  perangkat desa yang berhimpun dalam Parade Nusantara, PKB sudah mencoba mengikhtiarkan gerakan politik untuk merespon aspirasi yang berkembang di masyarakat desa.

Langkah yang digulirkan PKB selama ini, antara lain berupa penguatan perangkat desa melalui kebijakan untuk mengangkat Sekdes jadi PNS dan peningkatan kesejahteraan perangkat desa lainnya, peningkatan anggaran APBN untuk pembangunan desa, dan pembuatan UU
tentang Desa.

Sebagai penjabaran dari tema pendukung dalam Pemilu 2014, PKB akan lebih intensif memperjuangkan isu-isu tentang desa, terutama mengenai:

• Eksistensi badan perwakilan desa
• Dana alokasi desa
• Penataan dan pengelolaan tanah kas desa
• Pola partisipasi masyarakat, terutama pertisipasi kaum perempuan, dalam perencanaan pembangunan desa
• Perbaikan infra struktur desa
• Lapangan kerja di daerah pedesaan
• Penataan produksi pertanian dan pemanfaatan teknologi tepat guna
• Pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan di desa
• Persoalan agraria dan hak masyarakat atas tanah ulayat/tanah adat
• Masalah alih fungsi lahan, dan
• Pengelolaan sumberdaya air.
 

sumber :metrotvnews.com

No votes yet