Kunjungi Keraton Kadriah Pontianak Muhaimin Kagum dengan Budaya Bangsa

Pontianak  –  Diantara kesibukannya yang sangat padat, Ketua Umum  Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Drs H Muhaimin Iskandar MSi masih menyempatkan diri untuk bertandang ke Keratin Kadriah, pada pekan lalu.

Dalam kunjungannya tersebut Ketua Umum DPP PKB yang juga menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini tak hanya sekedar melihat – lihat benda – benda peninggalan para sultan dari Kraton Kadriah Pontianak, namun juga meluangkan waktunya untuk bersenda gurau dan berdialog dengan para tokoh masyarakat dan pemuda serta pemuka agama di Kota Pontianak.

Kesan santai dan penuh dengan keakraban tersebut terlihat sangat kuat saat dilakukannya dialog tersebut, sehingga nampak jelas sekali bahwa PKB merupakan partai yang terbuka dan sangat dekat pula dengan masyarakat. Terlebih adanya kesan kecintaan dari orang nomor satu di PKB tersebut dengan budaya Indonesia. Hal itu terlihat tat kala Muhaimin menampakan kekagumannya saat menyaksikan kemegahan bangunan yang menjadi titik awal dari berdirinya Kota Pontianak.

Meski Kesultanan Kadriah secara resmi menjadi bagian dari Republik Indonesia pada tahun 1950, namun hingga saat ini kompleks bangunan keraton tersebut masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istana yang masih menjalankan tradisi kesultanan.

“Saya mengagumi peninggalan dari Keraton Kadriah yang sampai kini masih tetap dilestarikan. Selain barang-barang pada zaman dahulu yang masih tersusun apik, juga kita bisa melihat keberagaman budaya yang ada di Kota Pontianak,” ungkap Muhaimin saat berdialog dengan tokoh masyarakat dan agama.

Seperti diketahui bahwa Keraton Kadriah merupakan salah satu objek wisata di Kota Pontianak yang banyak dikunjungi oleh banyak touris manca negara maupun touris lokal, karena masih menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan serta terdapatnya benda – benda bersejarah seperti beragam perhiasan yang telah digunakan secara turun – temurun sejak zaman dahulu.   

Selain itu juga terdapat koleksi tahta, meriam, benda-benda kuno, barang pecah belah, dan foto keluarga yang telah mulai pudar yang menggambarkan kehidupan di masa lampau, dan ada juga mimbar yang terbuat dari kayu, serta cermin antik dari Prancis yang berada di aula utama yang oleh masyarakat setempat kerap disebut “Kaca Seribu”.

“Seluruh peninggalan ini harus tetap dirawat dan dijaga, sehingga bisa menjadi bahan pendidikan masyarakat. Sebab setiap manusia tidak pernah lupa dari mana mereka berasal,” terang Muhaimin.

Muhaimin juga menegaskan, sebagai partai yang besar dan kuat di kalangan bawah (grass road), PKB berusaha untuk tidak akan pernah melupakan peran serta para sultan yang sudah merelakan, melepas kekuasaannya untuk bergabung bersama NKRI.

“Pengorbanan ini begitu besar, PKB memberikan perhatian untuk itu,” terangnya.

Disisi lain dikatakan oleh Pangeran Muda Kesultanan Keraton Kadriah Pontianak Syarif Pendi Yan Alkadrie, dirinya sangat berterima kasih kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atas waktunya yang telah menyempatkan diri untuk  berkunjung ke Keraton Kadriah.

“Kedatangan beliau jelas memberikan suntikan motivasi yang begitu besar bagi jajaran pengurus, kita juga berharap para pengurus dapat sama-sama berpikir untuk membesarkan partai. Bukan mencari makan di partai,” terang Pendi yang juga Wakil Ketua DPW PKB Kalbar ini.

Seusainya melakukan dialog dengan pemuka masyarakat dan agama di Keraton Kadriah Pontianak, kembali rombongan pun melanjutkan perjalanannya untuk berziarah ke makam para Sultan Kota Pontianak. dalam kesempatan tersebut Muhaimin juga memanjatkan doa dan selawat agar para pendiri di Kota Pontianak mendapatkan ampunan dari Allah SWT. (lie berbagai sumber)

No votes yet