Keberanian NU Usulkan Usia Ideal Pernikahan Diapresiasi

Berita Utama
Keberanian NU Usulkan Usia Ideal Pernikahan Diapresiasi

Jakarta - Kebijakan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) mengusulkan kenaikan batas usia pernikahan bagi perempuan dari 16 tahun menjadi 18 tahun mendapat dukungan dari banyak pihak, termasuk Partai Kebangkitan Bangsa.
 
Usulan tersebut, menurut Wakil Sekjen DPP PKB Luluk Nur Hamidah, sangat tepat dan sesuai dengan aspirasi kaum perempuan. “Kami apresiasi keberanian NU untuk dorong kenaikan usia minimal pernikahan,” ujarnya kepada redaksi www.dpp.pkb.or.id, Jumat (1/3/2013).
 
Kenaikan batas minimal usia pernikahan, dalam pandangan Ketua Pergerakan Perempuan PKB itu, juga akan membuat kaum hawa lebih siap mengarungi bahtera rumah tangga. Baik dari aspek jasmani maupun rohani.
 
Selain itu, kebijakan ini juga akan menekan tingginya angka putus sekolah bagi kaum perempuan serta kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga.
 
“Itu akan mendorong perempuan untuk hidup lebih baik, baik dari aspek pengetahuan, kesehatan, maupun psikologis. Juga memutus mata rantai kekerasan terhadap perempuan,” urainya.
 
Lebih lanjut, Luluk juga menyakini kenaikan batas usia minimal pernikahan bagi perempuan akan mendorong lahirnya generasi penerus bangsa yang lebih sehat dan berkualitas.
 
“Kita sepakat bahwa usulan ini merupakan salah satu upaya perlindungan bagi perempuan agar terpenuhi hak-haknya serta untuk melahirkan generasi penerus yang sehat dan berkualitas,” ungkapnya.
 
Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj beberapa waktu lalu mengusulkan usia ideal remaja wanita menikah yakni 18 tahun. Gagasan ini muncul untuk merespons maraknya praktek pernikahan dini di kalangan para remaja. "Kalau pendapat saya idealnya 18 tahun," ujar Kiai Said di Kantor PBNU.

No votes yet