Indonesia Kembali Kehilangan Kiai Karismatik, “Selamat Jalan Mbah Liem”

Berita Utama
Indonesia Kembali Kehilangan Kiai Karismatik, “Selamat Jalan Mbah Liem”

Solo – Inalillahi wainailaihi rojiun, pada Kamis 24 Mei 2012 lalu, kembali Indonesia kehilangan kiai ternama dan salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Al – Mutaqien Pancasila Sakti, Troso, Klaten, Jawa Tengah. K.H. Rifai Muslim Imampuro, yang di panggil oleh sang Khalik di Rumah Sakit Islam Klaten.

K.H. Rifai Muslim Imampuro yang akrab di panggil Mbah Liem ini meninggalkan delapam putra dan putri. Al – marhum yang juga akrab disebut dengan kiai nyentrik ini dahulu kerap membuat pernyataan – pernyataan yang kontroversi seputar situasi politik pada saat gerakan reformasi bergulir.

Dalam keterangan cucu menantu Mbah Liem, bahwa beliau (al marhum, red) menghembuskan nafas terakhirnya pada kemarin pagi.

"Kemarin pagi sekitar pukul 04.00 WIB simbah wafat dengan ditunggui para putra dan cucu di RSI Klaten. Tidak ada pesan khusus yang beliau sampaikan kepada keluarga," ujar Jazuli A Kasmani, cucu menantu Mbah Liem,

Dalam keterangannya Jazuli mengatakan,  Mbah Liem memang telah beberapa kali masuk rumah sakit dikarenakan kesehatannya yang kian menurun seiring dengan faktor usia. Terakhir beliau dirawat di RSI Klaten sejak empat hari lalu.

"Simbah memang pernah operasi prostat tapi sudah lama dan tidak ada gangguan lagi. Hingga wafat juga tidak ada gangguan organ dalam yang diderita Simbah, hanya ada keluhan pada persendian kaki," lanjut Jazuli.

Jenazah Mbah Liem, kiai yang juga sangat dekat dengan Al marhum Gusdur ini dimakamkan pada Kamis malam seusai sholat Isya di kompleks pondok pesantren tersebut, yang berdampingan dengan makam istrinya yang telah mendahuluinya beberapa tahun yang lalu.

Sementara itu dikatakan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Said Aqil Siroj menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas wafatnya Mbah Liem.

Lebih lanjut dikatakan oleh Kiai Said Aqil Sirodj ini, bahwa Di matanya Mbal Liem adalah kiai besar yang sangat bersahaja dan merakyat.

"Saya atas nama pribadi dan jajaran pengurus di PBNU menyampaikan dukacita mendalam. Kita kembali kehilangan kiai khos, yang derajatnya sama dengan kiai-kiai Langitan dan pesantren besar lain," ujar Kiai Said.

Kiai Said Aqil Sirodj juga menyatakan, bahwa Mbah Liem adalah sosok seorang tokoh agama yang sangat bersahaja dan dekat dengan masyarakat.

"Sama dengan Gus Dur yang dulu selalu beliau bela," katanya.

Terkait dengan berpulangnya Mbah Liem kepangkuan Sang Khalik, Kiai Said pun mengimbau kepada seluruh warga Nahdliyin agar memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Bagi yang memiliki kesempatan untuk bertakziah, disarankan untuk segera menjalankannya, sementara yang tidak dapat melakukan Takziah, Kiai Said Aqil Siroj meminta kepada warga Nahdliyin untuk menunaikan salat gaib. (vie/lie berbagai sumber; foto istimewa)
 

No votes yet