DKN Garda Bangsa Pelopori Gerakan Nobar Film Sang Kyai

Berita Headline
DKN Garda Bangsa Pelopori Gerakan Nobar Film Sang Kyai
Jakarta - DKN Garda Bangsa tengah mempelopori gelaran nonton bareng film berjudul Sang Kyai. Rencananya, gelaran nonton bareng film Sang Kyai akan diselenggerakan di lima provinsi di Indonesia. Yaitu, DKI Jakarta, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, dan Bandung.
Ketua Umum DKN Garda Bangsa, M Hanif Dhakiri kepada awak media www.dpp.pkb.or.id, Selasa (30/4/2013) mengutarakan, hingga saat ini kerjasama DKN Garda Bangsa dengan Rapi Film, Production House yang mengangkat kisah hidup pahlawan nasional yang juga pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari sudah tahap finalisasi.
"Insya Allah sudah final, DKN Garda Bangsa akan menjadi promotor film ini dan akan kita gelar nonton bareng dilima kota," ungkap Hanif.
Selain mengadakan gelaran nonton bareng Film Sang Kyai, DKN Garda Bangsa sebagai badan otonom Partai Kebangkitan Bangsa bakal menggelar tayangan di belakang layar Film Sang Kyai. "Behind the scene-nya akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan, kita ingin melihat bagaimana proses pembuatan dan kisah dibalik layar dari film yang luar biasa ini. Rencananya akan kita putar di pondok-pondok pesantren," katanya.
Sebagai badan otonom Partai Kebangkitan Bangsa, DKN Garda Bangsa memang sudah seharusnya menginisiasi dan mem-blow up film Sang Kyai.
"Film ini mengisahkan perjuangan Kyai NU, salah satu tokoh pendiri NU yang jasanya tiada terkira bagi tegaknya NKRI. Atas kiprahnya lahir Resolusi Jihad yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan. Sebagai penerus perjuangan NU, PKB terdepan menginisiasi menyampaikan bagaimana peran Kyai NU melalui film, " ungkap Hanif.
Sebagaimana diketahui, Film Sang Kyai rencananya akan diputar secara perdana pada 30 Mei 2013. Film ini mengisahkan sosok Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy’ari, ulama besar tanah air sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Film yang disutradari Rako Prijanto itu dibintangi sejumlah bintang tenar, seperti Ikranegara (pemeran KH Hasyim Asyari), Christine Hakim (pemeran Nyai Kapu), dan Agus Kuncoro Adi (pemeran KH Wahid Hasyim).
Proses pembuatan filmnya sendiri dimulai Selasa 6 November 2012 hingga 15 November 2012 lalu. Film ini menggambaran ketokohan dan perjuangan KH Hasyim Asy’ari di tengah umat pada periode 1942 – 1950 yang coba disajikan dengan lengkap dalam film tersebut.
Beberapa aspek dalam kehidupan KH Hasyim juga ditampilkan, seperti saat beliau mendirikan Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, peristiwa beliau ditangkap dan dipenjarakan di Jombang, hingga keluarnya Resolusi Jihad yang memicu terjadinya pertempuran Surabaya yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Sang sutradara Rako menyebutkan bahwa film Sang Kyai ini berisi tentang peran serta semangat sang Kyai dalam mempertahankan kemerdekaan dan melawan penjajah yang timbul karena spiritual keagamaan, khususnya Islam.
Selama ini unsur tersebut kurang diperhatikan dan diangkat dalam tema film perjuangan. KH Hasyim Asy’ari merupakan tokoh Pesantren Tebu Ireng dan salah satu sosok sentral dalam peletakan dasar batu kemerdekaan Indonesia. Beliau menjadi panutan pada tahun 1942-1947 dalam menentukan arah dan pengerahan massa santri “pejuang” dalam melawan sekutu.
Dengan fatwanya “Resolusi Jihad”, KH Hasyim Asy’ari mengimbau dan mengajak para santri pejuang untuk berjihad fisabillilah melawan penjajah yang kemudian melahirkan peristiwa perang besar yang dikenal sebagai Hari Pahlawan 10 November 1945.
Sementara itu, untuk mendukung film yang rencananya dirilis pada Mei 2013 ini, selain melibatkan pemeran film papan atas juga melibatkan sejumlah figuran. Tidak tanggung – tanggung, total ada 4.000 figuran yang terlibat dalam pembuatan film ini. Ribuan figuran tersebut berasal dari masyarakat di sekitar lokasi shooting dan para santri Pondok Klapu.
Selain itu, adapula seorang pemain cilik yang terlibat dalam film ini. Pemain itu bernama Ahmad Zidan. Bocah yang masih berusia 4 tahun itu akan memerankan tokoh Gus Dur kecil. Zidan berhasil memperoleh peran setelah lolos dalam casting di Surabaya. Didampingi kedua orangtuanya, bocah yang masih duduk di bangku playgroup itu terus mengikuti jalannya pengambilan gambar.
Film Sang Kyai akan memulai proses penggarapannya selama 50 hari mulai 1 November 2012 di 4 kota, yakni Kediri, Nggondang Klaten, Magelang, Ambarawa, dan Semarang.
 
 

No votes yet