Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Warga PKB Wajib Teladani Sosok Sjafruddin Prawiranegara dalam Menjaga Amanat Rakyat

Berita Headline
Warga PKB Wajib Teladani Sosok Sjafruddin Prawiranegara dalam Menjaga Amanat Rakyat

PKBNews - SEBAGAI warga Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) wajib hukumnya mengikuti teladan yang dicontohkan Sjafruddin Prawiranegara. Ia mampu menerima,menjaga, menjalankan dan mengembalikan amanat rakyat yang diterimanya dengan baik kepada pemiliknya.

"Teladannya, Pak Sjafruddin mengembalikan amanat yang diembannya kepada Soekarno di Jogja pada 14 Juli 1949 sebagai Ketua PDRI defacto sebagai Presiden RI selama 207 hari sejak 19 Desember 1948," ujar Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB yang juga Panglima Santri Nusantara, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Selasa (19/12/2017).

Hari ini, kata Cak Imin, penting bagi seluruh putera-puteri Indonesia untuk memperingati sosok Sjafruddin Prawiranegara. Ketika Ibukota Republik Indonesia (RI) di Jagjakarta jatuh ke tangan Belanda, atau tepatnya pada Minggu 19 Desember 1948, dwi tunggal Soekarno-Hatta menyerahkan tampuh pimpinan kepada Sjafruddin.

"Ditangan Pak Sjafruddin Prawiranegara inilah, roh kekuasaan RI yang lahir pada 17 Agustus 1945 tetap ada walaupun presiden, wakil presiden berikut menteri-menteri ditawanmusuh sejak 19 Desember 1948," katanya.

Inisiator Nusangara Mengaji itu berkata, teladannya Sjafruddin Prawiranegara terletak pada kemampuannya menerima,menjaga, menjalankan serta mengembalikan amanat rakyat yang diterimanya dengan baik kepada pemiliknya yang berhak.

"Pak Sjafruddin mengembalikan amanat yang diembannya kepada Soekarno di Jogja pada 14 Juli 1949 sebaga Ketua PDRI yang de facto sebagai presiden RI," kata Cak Imin.

Cak Imin menuturkan, berkat Pemerintah Darurat RI (PDRI) yang diketuai Sjafruddin itulah, berhasil dilakukan perundinganRoem Roijen pada Apr 1949 yang akhirnya ikut menyudahi

pertikaian dengan penjajah.

"Selama 207 hari sejak 19 Des 1948 di Bukittinggi dan belantara hutan Sumatera Barat, Pak Sjafruddin menerima,menjaga dan menjalankan amanat kekuasaan sebagai Presiden RI, lengkap dengan kabinet dan sistem pemerintahan daruratnya," terangnya.

Inisiator Liga Pekerja Indonesia tidak lupa mengucapkan selamat Hari Belanegara. Wajib hukumnya melakukan belanegara agar kedaulatan dan keberadaan NKRI tetap utuh seperti yang disepakati tanggal 17 Agustus 1945.

"Beda sekali dengan kejadian 11 Maret 1966. Ada yang diberi amanat, tetapi malah alih kekuasaan dan tidar mengembalikannya kepada si pemberi amanat. Jangan lagi ada seperti contoh itu. Contohlah Pak Sjafruddin," tandas Cak Imin.