Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

PKB Diprediksi Jadi Penentu Pilpres 2019

Berita Utama
PKB Diprediksi Jadi Penentu Pilpres 2019
 
PKBNews - PEROLEHAN suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dinilai dapat menentukan kemenangan bagi partai koalisi yang mengusung kandidat presiden pada perhelatan Pilpres 2019 mendatang.
 
Alasannya, karena PKB memiliki posisi tawar kuat lantaran saat ini menjadi partai menengah paling kuat dengan meraih posisi keenam dalam perolehan kursi di DPR yaitu 47 kursi (8,4 persen).
 
"PKB akan diperebutkan banyak partai dalam pilpres 2019. Suara PKB bisa menentukan kemenangan bagi partai koalisi yang mengusung capres. Terbukti pada Pilpres yang lalu, kemenangan Jokowi-JK ditentukan hadirnya PKB di koalisi Jokowi-JK,”  kata Pengamat Politik Universitas Jayabaya Lely Arrianie di Jkrta, Selasa (17/10/2017).
 
Kendati demikian, kata Lely dari segi perolehan suara pada Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April 2014, PKB menempati urutan kelima dengan 11.298.957 suara atau 9,04 persen.
 
Partai politik yang menempati urutan kelima berdasarkan perolehan kursi adalah Partai Amanat Nasional yaitu 49 kursi atau 8,8 persen.
Hanya saja secara perolehan suara, PAN berada di bawah PKB sebanyak 9.481.621 suara atau 7,59 persen.
 
Berarti, PKB setidaknya memiliki sumbangsih hampir 50 persen dari persyaratan minimum pencalonan presiden. Berdasarkan Undang-undang Pemilu serentak 2019 sudah disahkan Rapat Paripurna DPR beberap waktu lalu. 
 
Berdasar voting yang dilakukan, sejumlah fraksi di DPR menyetujui untuk memilih opsi Paket A dengan besaran ambang batas presiden 20 persen. Inilah yang kemudian membuat partai PKB akan menjadi penentu untuk partai yang akan mencalonkan presiden dan wakil presiden mendatang. "Suara PKB makin seksi dalam pilpres 2019. Bisa saja PKB memimpin koalisi menentukan capres-cawapresnya atau bergabung dengan koalisi lain," ujarnya.
 
Ketua Program Magister Universitas Jayabaya ini menyatakan, PKB memiliki posisi tawar tinggi diantara parpol lain, karena itu partai yang dikomandoi Muhaimin Iskandar itu belum menentukan pilihan mengusung Joko Widodo di 2019.
 
Apalagi, internal PKB juga semakin solid dengan mendukung sang Ketua Umum untuk maju di pilpres 2019. 
 
"Wajar kalau PKB belum memutuskan mendukung Jokowi di 2019. Dengan perolehan suara di pemilu 2014, bisa jadi PKB akan mengusung sendiri capres-cawapres atau minimal mengusung Muhaimin Iskandar sebagai cawapres,” katanya. 
 
Meskipun pada beberapa survei yang diumumkan belakangan ini nama Cak Imin belum masuk papan tengah pada bursa Capres-Cawapres, banyak pihak meyakini ponakan Gus Dur ini makin menjadi figur rebutan, terutama untuk posisi cawapres.
 
Sementara itu menurut Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, di tengah suasana batin kebangsaan yang gaduh karena isu komunis serta massifikasi gerakan Islam, maka sebaiknya Jokowi mempertimbangkan dukungan kalangan Islam.
 
Kombinasi kelompok nasionalis dan islam dapat meredam potensi konflik sosial, karena keduanya merupakan kekuatan terbesar di Indonesia.
“Pada tahap inilah, figur santri seperti Cak Imin dan tokoh politisi santri lainnya layak diperhitungkan,” tandas Adi.