Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Menaker Hanif: Indonesia Memerlukan Percepatan Transformasi Ekonomi

Berita Utama
Menaker Hanif: Indonesia Memerlukan Percepatan Transformasi Ekonomi
 
PKBNews - SAAT ini dibutuhkan adanya percepatan transformasi ekonomi dari ekonomi informal menjadi formal agar lebih kompetitif.
 
"Transformasi ekonomi ini kalau bisa digenjot dan dipercepat akan lebih bagus, dari sebelumnya yang lebih banyak bergerak di bidang informal menjadi formal. Dengan berstatus formal akan memudahkan pengusaha untuk bersaing, bahkan lebih bankable," kata Menteri Ketenagakerjaan HM Hanif Dhakiri di Jakarta, Selasa (17/10/2017). 
 
Menurut Menteri Hanif, transformasi ekonomi dari informal menjadi formal ini, harus terus didorong dan dilakukan secara terus menerus. Memang, pada tahun ini mulai banyak yang menggunakan sistem ekonomi digitalisasi. Kelemahan sistem digitalisasi ini, banyak usaha online yang tidak terdeteksi.
 
Oleh karena itu, kata Menteri Hanif, pemerintah terus berupaya melakukan pendataan. "Kami akan berupaya terus menelusuri berbagai jenis usaha, identitas pemilik maupun distribusi penjualannya karena pasti ada dampaknya pada perekonomian masyarakat, bahkan secara nasional," ujarnya.
 
Menteri Hnif mengatkn bahwa dengan adanya data tersebut, kontribusi terhadap pendapatan nasional pasti ada. Lebih-lebih, jika ada sinergi antara usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan perusahaan-perusahaan. "Tentunya perusahaan ini memainkan perannya sesuai kapasitas dan ranah masing-masing," tukas Menteri Hnif. 
 
Terkit kesiapan UMKM, termasuk tenaga kerjanya dalam menghadapi globalisasi, Hanif mengaku sudah sangat siap, bahkan sekarang UMKM tidak lagi "bermain" di kancah konvensional, tetapi sudah menggunakan teknologi dalam melakukan pekerjaannya, termasuk pemasaran produknya.
 
"Jangan salah, UMKM ini sekarang sudah merambah dunia teknologi modern. Mereka mendesain produknya dengan alat-alat modern dan memasarkannya sudah lewat sistem digitalisasi dan media sosial, seperti face book dan instagram," kat Menteri Hanif. 
 
Pada kesempatan itu, politisi Partai Kebangkitn Bangsa ini meminta dunia usaha lebih responsif dan bersungguh-sungguh dalam membina UMKM, tidak hanya skillnya, tapi bagaimana memasarkan produk-produk yang dihasilkan. "
 
Selama ini UMKM kan kesulitan memasarkan produknya, sehingga perlu pengetahuan dan keterampilan khusus untuk pemasaran, baik secara konvensional maupun digitalisasi," tandas Menteri Hanif.