Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

LIPI: Cak Imin Lebih Dikenal Dikalangan Generasi Milenial

Berita Headline
LIPI: Cak Imin Lebih Dikenal Dikalangan Generasi Milenial

PKBNews - PEMIMPIN jaman NOW, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin diyakini lebih dikenal di kalangan muda atau generasi milenial ketimbang di generasi jaman OLD. Hal tersebut dapat dipahami karena Cak Imin masuk dalam jajaran politisi muda paling potensial.

"Tujuh puluh persen pemilih Cak Imin adalah pemilih pemula atau generasi milenial. Dan, pada Pilpres 2019 mendatang, pemilih mayoritas adalah pemuda," kata engamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Lili Romli dalam diskusi berjudul Menakar peluang Cak Imin di Pilpres 2019 dan Peresmian Cak Imin Next Wapres di gedung Graha Pena Riau, Jl HR. Soebroto Km 10,5 Pekanbaru , Riau, Senin (13/10/2017).

Menurut Lili, kurang munculnya nama pemimpin Cak Imin dalam survei bakal calon (balon) wakil presiden (wapres) yang dilakukan lembaga survei bukan persoalan utama. Banyak alasan yang dapat menjelaskan hal tersebut. Dua diantaranya adalah: pertama, soal keseragaman nama. Nama Cak Imin bisa saja sangat terkenal di satu wilayah, tapi tidak wilayah lainnya. Justru nama Abdul Muhaimin Iskandar lebih terkenal.

“Hasil sirvei rendah bisa jadi karena soal keseragaman nama. Nama Cak Imin popular atau dikenal tapi di daerah lain tidak. Itu karena dua nama yang sama-sama dikenal masyarakat, Cak Imin dan Abdul Muhaimin Iskandar,” ujarnya.

Kedua, lanjut Lili, pemilih Cak Imin lebih banyak kaum muda. Sehingga namanya justru menjadi kurang mencuat. Namun, Cak Imin justru masuk sebagai pemimpin muda paling potensial di Indonesia.

Menurut Lili, ada beberapa modal yang dimiliki Cak Imin untuk bertarung sebagai cawapres. Pertama, Cak Imin memiliki modal politik yang lebih unggul dibandingkan partai Islam lainnya. Ia menambahkan, ada empat partai berbasis massa Islam seperti PKB, PAN, PKS dan PPP.

“Namun dalam survei PKB mengungguli tiga partai lainnya. PKB masuk lima besar,” kata Lili.

Kedua, ujar Lili, PKB partai pemerintah yang selalu totalitas mendukung Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Ketiga, suksesi kekuasaan dari Gus Dur ke Cak Imin sangat baik.

“Jadi pekerjaan rumah' Cak Imin sudah selesai. Sekarang PKB terus merambah ke seluruh Nusantara,” ucapnya.

Keempat, tutur Lili, Cak Imin memiliki sosial Nahdlatul Ulama (NU). Itu adalah modal sangat berharga. Yang menarik lagi, duhulu PKB hanya di Jawa Timur (Jatim). Sekarang basis PKB begitu luas.

“Modal kelima yakni adalah modal kultural. Saya amati pemimpin kontroversial , banyak omong tidak terpilih. Cak Imin hanya berbicara seperlunya, itupun urusan yang berkaitan dengan masyarakat,” ucapnya.

Modal terkahir, kata Lili, yakni modal ekonomi. Untuk modal ini ia pesimis Cak Imin memilikinya. Namun, semu itu bisa di bay pass dengan kepercayaan.

“Kalau sudah dapat kepercayaan masyarakat maka tidak perlu uang segudang, karena apapun yang ditawarkan calon lain, masyarakat tidak akan pernah beralih,” tandasnya.