Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Ketum PKB Orasi Ilmiah di Untirta

Berita Headline
Ketum PKB Orasi Ilmiah di Untirta
PKBNews - KETUA Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dr. HA Muhaimin Iskandar melakukan pidato atau orasi ilmiah di depan tak kurang sembilan ratus wisudawan dan wisudawati Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
 
Pria yang akrab disapa Cak Imin mengatakan bahwa civitas akademika Untirta dapat tumbuh menjadi generasi yang berdikari, optimis dan percaya diri dibarengi dengan semangat kemanusiaan dalam seluruh aspek kehidupan atau humanisme.
 
Menurut Cak Imin, mandiri adalah semangat yang sudah diperjuangkan oleh Soekarno dengan Marhaenismenya. Sementara kemanusiaan atau humanisme adalah gagasan Gus Dur yang sudah diakui oleh dunia dan terbukti membawa kemaslahatan bagi persatuan dan kesatuan bangsa.
 
“Saya kawinkan keduanya menjadi Soedurisme. Sudur berasal dari bahasa Arab yang berarti dada, artinya di dada kita mari tumbuhkan kemandirian, di dada kita mari tingkatkan kepercayaan diri untuk bersaing, dan dibalik dada kita ada hati yang mengedepankan kemanusiaan atau humanisme,” kata Cak Imin dalam orasi ilmiahnya di Aula Kampus Untirta, Banteng, Rabu (21/3/2018). 
 
Cak Imin mengharapkan Untirta harus bersiap diri dengan mengisi kekuatan kaum muda untuk memperbaiki masa depan Indonesia, apalagi ada momentum bonus demografi.
 
“Indonesia memasuki bonus demografi dengan jumlah angkatan muda yang sangat besar bahkan terbesar di dunia dengan prosentase 40 persen dari total penduduk kita,” ujar Cak Imin.
 
Selain itu, Cak Imin juga memaparkan tiga hal yang bisa dilakukan menyambut bonus demografi itu. Pertama kepemimpinan harus kuat. Menurut Cak Imin, kaum muda jangan hanya menjadi follower, tapi harus tumbuh menjadi leader sekaligus enterpreneurship handal.
 
“Hal ini juga perlu diperkokoh dengan network yang kokoh agar mandiri dan berdaya saing,” kata Cak Imin.
 
Kedua, kata Cak Imin, Indonesia tidak boleh selamanya tunduk ke pasar. Kondisi ini membuat yang kuat akan tampil sebagai pemenang, sementara yang lemah tidak akan berdaya.
 
Menurut Cak Imin, bangsa Indonesia tidak boleh tunduk terhadap pasar. Ia harus menjadi partner pemerintah, bukan malah mendikte pemerintah. “Ketiga, pelaku ekonomi di Indonesia harus tumbuh dalam jumlah yang besar,” tandas Cak Imin.
 
 
Disambut Syubbanul Wathon 
Sebelumnya, Ratusan santri Pondok Pesantren Tahfizul Quran al-Badar 2, Balaraja, Tangerang, Banten antusias menyambut Panglima Santri, Cak Imin.
 
Mereka dengan kompak menyanyikan mars Syubbanul Wathon di sepanjang jalan masuk menuju pesantren itu sembari mengibarkan bendera merah putih kecil.
 
Kehadiran Cak Imin ke pondok pesantren ini dalam rangka launching Program Cerdaskan Yatim di SMP Tahfizul Quran al-Badar 2.
 
Sesampainya di dalam pesantren, ratusan santri itu sudah duduk bersila dengan rapi sembari menyimak ceramah Cak Imin.
 
Pesantren yang beralaman di Jl Raya Gembong – Cariu Kampung Dangdeur, Jayanti, Tangerang ini adalah pesantren khusus tahfizul Quran usia dini.
 
Walaupun secara resmi beroperasi pada Juni 2017 yang lalu, namun al-Badar 2 telah memiliki santri yang cukup banyak. Beberapa diantaranya adalah yatim piatu.