Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Erma Ingatkan Pelaku Usaha untuk Selalu Mengupadate Informasi

Berita Parlemen
Erma Ingatkan Pelaku Usaha untuk Selalu Mengupadate Informasi

PKBNews - ANGGOTA Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Siti Mukaromah mengingatkan para pelaku usaha di Banyumas untuk selalu mengupadate informasi mengenai regulasi perlindungan usaha. Pasalnya, pelaku usaha akan selalu berhadapan dengan persaingan usaha tidak sehat di mana pun usaha itu dibangun.

"Teman-teman para pelaku usaha ini kerap berhadapan dengan persaingan usaha yang tidak sehat, nah informasi terkait regulasi yang melindungi usaha ini perlu didapat agar roda usaha yang dilakukan para pelaku bisa berjalan maksimal," ujarnya saat membuka acara Sosialisasi Hukum Persaingan Usaha & Perkembangan UU No 5 Tahun 1999 yang diselanggarakan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) .

Anggota DPR RI yang biasa dengan panggilan Erma itu meminta agar para pelaku usaha mendapatkan pendampingan dari KPPU agar usaha mereka tidak mudah dimatikan.

"Khususnya pelaku usaha mikro yang kerap mengalami persaingan usaha yang tidak sehat" tegasnya.

Peningkatan produktifitas para pelaku usaha, menurutnya, perlu didorong pemerintah. Sebab, peran pemerintah selaku regulator sangat menentukan tumbuh kembangnya para enterprenuer khususnya di Banyumas.

"Saya selaku Anggota DPR RI mewakili aspirasi panjenengan tentu menjadi prioritas memastikan negara hadir memberi keadilan bagi para pelaku usaha kecil," tuturnya.

Komisioner KPPU Hj Saidah Sakwan dalam sambutannya menyampaikan kronologi hadirnya KPPU di era reformasi sebagai ikhtiar pemerintah mengatur regulasi usaha agar tidak lagi ada monopoli sebagaimana era orde baru.

"Adalah tugas kami, KPPU menegakan hukum persaingan usaha dan memastikan pelaku usaha bisa mengembangkan usahanya," ungkap Saidah Sakwan.

Dihadapan para pelaku usaha, Saidah Sakwan mengaku masih banyak kendala yang dihadapi KPPU, khususnya menghadapi kartel-kartel usaha di Indonesia yang merusak harga pasar dan mematikan para pelaku usaha kecil.