Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Cak Imin Serukan Kuatkan Kembali Persaudaraan

Berita Utama
Cak Imin Serukan Kuatkan Kembali Persaudaraan
Jakarta – DALAM kurun waktu setahun terakhir, kegaduhan politik melanda Republik Indonesia. Kegaduhan ini adalah dampak dari perhelatan Pilkada di Ibu Kota Jakarta. Dalam konteks ini pula, berlangsung diskursus dan banjir polemik yang menyita banyak waktu. 
 
“Terjadi Konflik, sebagai ekses dari proses elektoral di DKI Jakarta dan hal ini belum juga usai meskipun Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah resmi mengumumkan pemenang hasil Pilkada DKI Jakarta,” kata H. Abdul Muhaimin Iskandar di Jakarta, Selasa (23/5/2017).  
 
Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin, polemik yang terjadi pun telah melampaui soal-soal prinsip yang menjadi tema pembicaraan rakyat biasa tentang ketersediaan lapangan pekerjaan.  Di sisi lain, persoalan yang muncul pun seperti menjauh dari kegelisahan rakyat tentang kemiskinan. 
 
“Perhatian masyarakat, pikiran dan tenaga rakyat berkutat pada persoalan polemik perbedaan yang sesungguhnya jauh dari kegiatan-kegiatan produktif. Bahkan, sebagian masyarakat seperti menjauh dari akal sehat,” kata Cak Imin. 
 
Selain itu, kata Cak Imin, perhelatan politik di Jakarta bahkan telah membelah rakyat ke dalam dua sudut yang saling mengedepankan prasangka dan saling menyakiti. “Hal ini tentu saja sangat merugikan masyarakat sendiri.  Padahal, sesungguhnya perbedaan pilihan tidak perlu saling berprasangka dan apalagi saling menyakiti satu sama lain,” ujar Cak Imin. 
 
Kata Cak Imin, perbedaan pilihan politik membuat sebagian dari kita melupakan satu hal. “Meskipun kita barangkali bukanlah saudara dalam iman dan keyakinan, kita tetaplah sedarah sedaging dalam kemanusiaan dan dalam ‘Merah Putih’ yang kuat justru karena kebhinekaan kita,” tukas Cak Imin. 
 
Di sisi lain, kondisi menjelang dan pasca Pilkada di DKI Jakarta, pada bagian lain telah meredupkan nilai-nilai yang persatuan kita sebagai anak bangsa. 
 
Karena itu, Cak Imin mengingatkan kemabali masyarakat nili-nilai tentang bela negara jangan sampai habis terkikis.  “Jangan reduksi makna bela negara menjadi sebatas soal kesiapan berperang dengan negara lain.  Padahal, bela negara sesungguhnya adalah sikap laku yang didasari kecintaan pada Indonesia dan Pancasila. Hasrat selalu ingin menjadi pribadi yang lebih baik demi negara, rakyat dan agama,” ujar Cak Imin. 
 
Cak Imin mengajak masyarakat untuk menguatkan kembali ikatan persaudaraan sesama anak bangsa dalam semangat merah putih. Apalagi, kata Cak Imin, yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah situasi global yang kian tak menentu dan semakin bergerak cepat dan siap bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia.