Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Cak Imin Kaget Tetangganya Jadi Korban Bom Surabaya

Berita Headline
Cak Imin Kaget Tetangganya Jadi Korban Bom Surabaya

PKBNews - SAAT mengunjungi Rumah Sakit Bedah Surabaya, Panglima Santri Nusantara yang juga Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin terkejut tetangganya sesama warga Jombang, turut menjadi korban.

"Waktu kejadian Bom Surabaya, Saya lagi di Medan, Labuan Batu, jaraknya sangat jauh. Feeling saya pokoknya saya harus ke rumah sakit,” ujarnya, Senin (14/5/2018) pagi.

Cak Imin menambahkan, sewaktu turun dari Bandara Juanda, ia pun langsung menuju ke rumah sakit. Waktunya bersamaan dengan adanya ledakan di Poltabes Surabaya.

"Waktu di rumah sakit, eh dapat info kalau tetangga saya kena. Namanya Sidik," ucapnya.

Panglima Tani Nusantara berkata, Sidik berporfesi berprofesi sebagai tukang becak. Ia menjadi korban ledakan bom saat sedang menunggu penumpang di depan salah satu gereja yang dibom Minggu kemarin.

“Tetangga saya jombang, tukang becak, yang biasanya mangkal di situ. Setiap Minggu dia angkut penumpang jemaat gereja itu,” tutur Cak Imin.

Sidik, ungkap Cak Imin, sedang bekerja untuk mengumpulkan bekal jelang memasuki Bulan Suci Ramadan. Gereja dia pilih, karena pada Minggu pagi biasanya ramai didatangi oleh para penganut Kristen dan Katolik yang hendak beribadah.

Namun malang tak dapat ditolak. Saat sedang duduk menunggu penumpang, bersamaan itu pula salah satu pelaku teror meledakkan diri. Sidik terlempar dari atas becaknya. Dan kini, dia harus mendapatkan perawat intensif di Rumah Sakit Bedah Surabaya.

“Dia pengen pulang tapi dipaksakan karena minggu terakhir. Biasanya Minggu itu ramai penumpang di situ. Tapi kemudian dia di atas becak terlempar (karena bom)," ujarnya.

Selain menjenguk Sidik, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) itu juga menjenguk tiga korban lainnya. Di antaranya Desmonda. Mahasiswi berusia 20 tahun asal Universitas Widya Mandala ini bekerja sebagai petugas parkir gereja ini menjadi salah satu korban ledakan bom gereja. Sedangkan dua korban lainnya yaitu Tedy (60) warga Medokan, Surabaya, dan Diah warga Manyar, Surabaya.